PTK Archive adalah sebuah usaha pengarsipan dokumentasi kegiatan berkesenian mandiri di Pontianak, Kalimantan Barat-Indonesia.
Kami percaya pada nilai kesetaraan, anti-otoritarian, DIY.
Arsip terbuka untuk diakses seluas-luasnya untuk kepentingan non-komersial.
Kami terbuka untuk kolaborasi mutual, mari berkomunikasi melalui revivalpropaganda@gmail.com
Pada tahun 2000an awal di sepanjang pinggir Jalan Ahmad Yani biasanya ada banyak tongkrongan yang berkumpul. Beberapa dari mereka hanya tongkrongan biasa dan beberapa melabeli diri dengan nama geng tertentu. Ada sebuah tongkrongan penikmat musik underground yang juga nongkrong disana, tepatnya di tepi Jl.Ahmad Yani didepan kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar (sebelum GOR Pangsuma). Beberapa nama yang juga ada di foto diatas adalah Bang Eet serta Alm.Gede (vokalis Death Sound)
BERHALA adalah sebuah band yang berasal dari tongkrongan DEEP FOREST SCUM (sebuah tongkrongan penikmat musik di Pontianak). Mereka memainkan musik grindcore dan kala itu kerap meng-cover BENEDICTION, NAPALM DEATH, dll. BERHALA turut bermain di gigs kolektif musik underground pertama di Pontianak, yaitu SELASA BAWAH TANAH pada tahun 1999. Saat ini BERHALA sudah tidak aktif lagi, namun salah satu personilnya Wiwid masih sering terlihat hadir di beberapa gigs ataupun tongkrongan di Pontianak.
PETE PETE adalah sebuah proyek Zine, band, dan rilisan yang dikerjakan oleh tiga orang sekawan (Aldiman, Omman, dan Ucup). Semua berjalan dengan sangat spontan, suatu hari Omman berkata ingin mencoba membuat zine, Ucup menambahi bahwa membaca zine itu memprovokasinya untuk membuat hal serupa, dan Aldiman pun menutup dengan sebuah ajakan untuk membuat zine bersama - sama.
Tidak selesai hanya pada sebuah zine saja, mereka merasa terpantik untuk menggubah lagu dari tulisan - tulisan mereka di zine tersebut. Alhasil mereka bertiga pun segera membuat lirik yang terinspirasi dari tulisan - tulisan didalam zine, dan segera ngejamm untuk membuat lagu, dan menghabiskan dua jam didalam studio untuk mereka semua lagu dengan sebuah kamera recorder. Band tersebut pernah bermain live satu kali pada sebuah studio gig dihadapan teman - teman dekat mereka.
WON OCSID adalah sebuah band beraliran disko beranggotakan Rendi (Vocal/programmer), Iin (bass), dan Mimi (Keyboard). WON OCSID eksis sekitar tahun 2007 s.d. 2008 di Pontianak. Dalam masa eksistensinya WON OCSID sempat meramaikan panggung - panggung komunitas musik di Pontianak dan juga Jakarta. WON OCSID juga telah merilis sebuah EP dalam masa eksistensinya.
Now or Nothing adalah nama sebuah acara musik DIY yang diselenggarakan di Pontianak pada 7 Desember 2003 di Auditorium RRI Pontianak(gedung ini sekarang sudah kosong melompong). Acara musik Now or Nothing ini bisa dibilang merupakan awal perjalanan scene DIY Hardcore Punk di Pontianak hingga terus bertahan sampai sekarang ini. Beberapa band yang tampil di acara ini masih ada dan lumayan aktif hingga saat ini, beberapa yang lain ada yang berubah nama dan bongkar pasang personil.
Semoga semangat kolektifitas , kreatifitas, kemandirian, kebersamaan, saling kasih saling sayang, dan militansi seperti ini tetap ada di scene DIY Pontianak. Respect or Die!!
Edisi lain dari EDUCATE YOURSELF. Tidak ada nomor seri disini, entah ini terbitan yang nomor berapa. Kami hanya menemukan tanggal terbitnya saja. Salah satu zine politis yang pernah hadir di Pontianak
Mungkin ini zine yang dibuat oleh zinemaker termuda di Pontianak. Zine ini hasil karya seorang anak SD, berumur sekitar 7 ataupun 8 tahun.
Zine yang sangat polos, dan sangat anti war, peace supporter!!!
Zine ini sudah terbit sangat lama sekali. Copy yang kami terima pun kondisi kertasnya sudah tidak bagus lagi.
Sang editor, masih tetap aktif di scene Metal kota Pontianak, walaupun bukan dengan scene nya terdahulu Deep Forest Scum(scene ini sudah tidak ada lagi). Seluruh materi yang ada didalam zine ini semuanya tentang musik metal. Profile band, interview band, dan juga flyer - flyer distro.
Silahkan download salah satu arsip berharga dari scene Zine kota Pontianak ini.
Tahun 1999 !!!!!!!!!!!!!! Kami hanya bisa takjub dan berdecak kagum sekaligus bersyukur, masih ada artefak skena kota Pontianak dari tahun 90an yang bisa kami selamatkan. Sampai saat ini kami meyakini ini adalah gigs pertama yang diorganisir oleh komunitas underground di Pontianak, bernama SELASA BAWAH TANAH pada 30 November 1999.
Link dibawah ini adalah flyer audisi untuk band - band yang akan tampil di acara SELASA BAWAH TANAH, menurut informasi para pelaku saat itu audisi harus dilakukan karena band yang ingin berpartisipasi sangat banyak. Flyer audisi ini dua halaman, di satu sisi berisi keterangan mengenai jadwal audisi, dan di satu sisi lagi berisi tentang info sejarah Black Metal.
ABNORM POSITION live @ UNITED REBELION ANARCHY, sebuah gig di kota Singkawang.
Maaf kami belum dapat memastikan diambil pada tahun berapa video ini. ABNORM POSITION adalah salang satu band hardcore pada masa itu yang berasal dari kota Pontianak. Walaupun saat ini ABNORM POSITION sudah tidak aktif lagi, tapi apa yang telah dimulainya bagi scene hardcore di kota Pontianak terus berlanjut hingga saat ini. Download video nya di link di bawah ini : ABNORM POSTION live @ United Rebelion Anarchy
Setahu kami, ini sebenarnya acara kampus, yah semacam malam akrab atau pentas seni gitu lah. Cuman ada beberapa band Metal Pontianak yang turut unjuk gigi di panggung acara ini. Ya udah dari pada darahnya kebanyakan moncrot, nih download versi full dari flyer nya :
Walaupun bernama BLEEDING FEST, dan organizernya adalah salah satu komunitas metal dari kota Pontianak, tapi untuk seri #2 ini band - band yang main masih hadir dari berbagai macam genre. Oke, bersatu lah yeeeeeeee......
Download full version nya melalui link di bawah ini :
Yeahh, gig ini seru banget, walau pun band salah satu teman kami batal manggung disini, juga beberapa band lainnya. Gig ini asoy, jangan bayangkan gig ini cuma berisi punkrockers saja, bahkan ada band black metal yang turut bernyanyi Hey Ho Let's Go di gig ini, yeahh.
Ayo download full version flyer nya , melalui link di bawah :